Profil Sanggar Nuun; Komunitas Kesenian di Yogyakarta

Buku ini adalah dokumentasi atau rekam jejak proses berkesenian Sanggar Nuun sampai tahun 2012. Buku ini juga menjadi hadiah ulang tahun ke-20 Sanggar Nuun. Sanggar Nuun memiliki beberapa ruang kerja seni untuk pegiatnya, Sastra, Teater, Musik, dan Pantomim. Melalui empat bidang kerja itulah Sanggar Nuun berusaha bergerak menuju sebuah perjalanan alternatif yang berdasarkan atas semangat nilai profetik dan semangat Religius-Humanis.…

Read more

Kaos "Sulur Ndlulur" GKSRP V Sanggar Nuun

Salam hormat kepada segenap warga Sanggar Nuun dan seluruh pihak yang terus mendukung proses berkesenian di Sanggar Nuun. Dalam rangka gelaran Pameran Seni Rupa “Sulur Dlulur” pada awal November 2012, panitia akan menggalang donasi untuk dukungan pembiayaan kegiatan melalui penjualan kaos. Berikut rincian harga kaos beserta ukuran yang tersedia: @Rp.100.000,- (Belum termasuk Ongkir) Rp. 45.000,-…

Read more

Setelah Aleksitimia

oh lelaki bersayap perak, penghantar ruh kudus pada wilayah antara barat dan timur, utara-selatan antara alif dan nun bahwa kesakitan adalah keleluasaan dan mati adalah sekeping dusta oh lelaki bersayap perak menembus benang merah kawallah setiap inci tubuh ini tanpa tercecer tamasya, berjalan mengikuti arah cinta seperti para darwis nbso online casino reviews menari ekstase…

Read more

Gerhana Bulan Ketiga

Gerhana Bulan Ketiga merupakan naskah drama yang diangkat sebagai naskah drama untuk pementasan Produksi Teater Sanggar Nuun XVIII. Naskah yang ditulis Wahyudin, M. Hum ini menceritakan sebuah kisah tentang imaji atas sebuah wilayah yang berjalan tanpa sosok pemimpin selama 40 hari, kegelisahan yang tak kunjung melahirkan pemimpin baru, pasar, rakyat jelata dan pertarungan politik orang-orang disekitar kekuasaan.…

Read more

Panjak Kali Wetan

Sejarah terkadang menjadi catatan pahit sebagian orang. Cerpen Panjak Kali Wetan adalah potret kecil, saat kesenian berhadapan dengan politik dan kekuasaan. Kisah Mbok Narsi, seniman ludruk, menjadi waria karena dominasi agama saat itu. Kisah Wijaya Kusuma, kelompok ludruk tobong, terbakar dalam buku catatan sejarah 1965.…

Read more

Di Bawah Bayang-Bayang Pohon Bakau

Naskah yang memotret keteguhan sosok Marji, lelaki tua yang bertahan, bahkan berhadap-hadapan dengan watak serakah dunia korporasi. Dikisahkan Marji satu-satunya penduduk yang tersisa dan bertahan untuk tetap menanam bakau di sepanjang pesisir pantai, kegiatan yang tak pernah terlihat ditengah pembangunan besar-besaran pabrik kilang minyak. Narasi drama realis tersebut dibangun oleh Wahyudin (penulis)…

Read more

Bul Diapusi

Kesenian Langen Mondro Wanoro, siapa pernah mendengar? kesenian dari Bantul Yogyakarta ini bisa dikatakan hampir punah. Theo Sunu W, memotret pengalamanya bersama kelompok kesenian Langen Mondro Wanoro dalam sebuah naskah drama realis, menyentil, dan bercampur parodi satir. Teks laku gerak yang bercerita kisah getir kelompok kesenian tradisi, terdampar di Jakarta karena ulah makelar kesenian bernama Tan Kie Boel. Selamat membaca……

Read more

Perahu

Bismillahi majreehaa wa mursaahaa, kulayarkan perahuku
Mengharungi samudra semestaMu dalam samudra semestaku
Berbekal sejuta do’a dan harapan menggebu
Pembungkus tubuh sejak dalam kandungan ibuku
Berbekal kompas bismillah yang diajarkan ayahku
Di Universitas kehidupan yang menjadi almamaterku Bismillahi majreehaa wa mursaahaa, kulayarkan perahuku
Mengharungi samudra semestaMu dalam samudra semestaku
Setelah kutinggalkan tanah kelahiranku
Di perbatasan cakrawala awal pengembaraan…

Read more

Log in