Sinopsis dan Press Release “PATAKA”

SINOPSIS

 “Kesatria Selalu terlahir dari peperangan, Perang yang melahirkan kesatria sejati adalah perang yang bertujuan akan kedamaian”

Syahdan, Peristiwa ini bercerita tentang peperangan dalam sebuah negeri yang dihuni oleh para kesatria. Para kesatria tersebut telah melewati berbagai macam medan pertempuran dan menerima kemenangan yang manis untuk dibanggakan, hingga akhirnya mereka mendapatkan sebuah kekalahan besar yang menjadikan mereka  putus asa pada harapan akan kemenangan dan kedamaian sejati. Lalu, untuk menjadi seorang panglima sejati diantara para kesatria, peperangan pertama yang harus dimenangkan adalah perang menaklukan diri sendiri..

PRESS RELEASE

Kesenian seringkali menjadi tolok ukur kebudayaan, karena secara langsung ataupun tidak langsung kesenian mesti berpaut pada realitas lingkungan pembentuknya. Melalui media kesenian itulah segala macam persoalan yang menjadi kegelisahan dapat terwujud, baik yang sampai pada upaya penemuan resolusi atau tawaran logis atas pertanyaan-pertanyaan tertentu. Dunia pertunjukan adalah ajang bagi apresiator kesenian untuk membaca kembali realitasnya, sehingga capaian ideal kesenian sebagai ruang refleksi dapat tercipta adanya.

Pergeseran nilai pada lini apapun dipahami sebagai benturan budaya dalam masa peralihan dan menggelontornya kolonialisasi dalam bentuk apapun secara terus-menerus, rasa aman dan nyaman yang diusung justru menjadi sumber marabahaya bagi setiap orang di dalamnya. Keterjebakan dalam rasa aman dan kenyamanan selalu membuat manusia lengah terhadap apapun yang sesungguhnya sedang menggempur dirinya, baik dari dalam atau luar dirinya.

Maka, Pada produksi musik yang ke-23 ini, Sanggar Nuun Yogyakarta menawarkan sebuah gagasan melalui bentuk pertunjukan musikal. Hal ini tentunya berdasar pada pemahaman bahwa musik memiliki daya magis tersendiri. Tidak terbayangkan bahwa siapapun ketika mendengar sebuah lagu liris atau instrumen tertentu, secara tidak sengaja dapat menggerakan saraf motorik ataupun sensorik. Bahasa musik inilah yang kemudian dianggap mampu mewujudkan gagasan ideal dengan tawaran logis sebuah jawaban atas pertanyaan dan kegelisahan tersebut, yaitu membaca kembali situasi dan siaga terhadap bahaya yang selalu mengancam. Karena wujud kawan dan lawan semakin bias adanya.

Berangkat dari naskah karya Mukhosis Noor, Pataka menjadi sumber kreatif pertunjukan ini, yang disutradarai oleh Ilham Maulidin. Pertunjukan musik bertajuk “Pataka” diwujudkan dalam gaya pemanggungan musik akulturatif yang dikemas dalam bentuk musikalisasi puisi dan musik instrumental dengan dukungan visual-sett modern, sehingga panggung musik Pataka merupakan suguhan pemanggungan bentuk, gaya dan pola musikal unik.

Pertunjukan musik “Pataka” digelar di dua kota, Yogyakarta dan Semarang. Gedung Societet Military, Taman Budaya Yogyakarta sebagai tempat pertunjukan pertamanya, yaitu pada tanggal 17 September 2016 dan di Semarang di Gedung Ki Narto Sabdo, Taman Budaya Raden Saleh pada tanggal 21 September 2016. Dengan pemain musik berjumlah 13 orang dan aktor 4 orang serta didukung oleh Paduan Suara Mahasiswa “Gita Savana”, yang masing-masing memegang dua peran, yakni musisi sekaligus aktor. HTM: 35K (Yogyakarta), 20K (Semarang). Pemesanan: 0856-4378-5690 (Isti), 0822-4383-8189 (Ella).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Log in