Tentang Kami

Sanggar Nuun

Logo Sanggar Nuun

SEJARAH

Sanggar Nuun didirikan pada dekade 90-an tepatnya 27 Oktober 1992, sebagai upaya keberlanjutan proses kreatif di lingkungan Fakultas Adab IAIN Sunan Kalijaga (sekarang Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga) yang sebelumnya telah melahirkan banyak kelompok kesenian dan membangun citra tentang “kantong kesenian kampus”.

Dalam perjalanan sejarah, Sanggar Nuun telah menempatkan diri sebagai wadah, tempat berkumpul, berpikir dan “bergesekan” secara kreatif untuk mendialogkan kembali idealisme berkesenian.

Pencarian identitas diri ketika berproses, menjadi salah satu agenda utama yang setiap saat diterjemahkan dalam pelbagai pementasan.

Sanggar Nuun memiliki beberapa ruang kerja seni untuk pegiatnya, Sastra, Teater, Musik, dan Pantomim. Melalui empat bidang kerja itulah Sanggar Nuun berusaha bergerak menuju sebuah perjalanan alternatif yang berdasarkan atas semangat nilai profetik dan semangat Religius-Humanis.

PROSES

Proses berkesenian di Sanggar Nuun dibangun dengan suasana kekeluargaan. Pegiat seni yang menjadi anggota tidak dibatasi latarbelakang tertentu, siapapun, dari manapun, bisa menjadi pegiat seni di Sanggar Nuun, yang menjadi prasyarat hanyalah kesiapan dan daya tahan dalam setiap proses kesenian yang dijalani.

Sistem manajemen terbuka menjadi model kontrol pengelolaan komunitas. Dukungan pengetahuan bagi para pegiat dibangun lewat pelbagai kelas belajar, seperti  Workshop, Kemah Seni, Afternuun School, dan Latihan Alam.

SASTRA

Sastra Profetik, adalah bidang yang menjadi fokus kajian sastra di Sanggar Nuun. Pencarian nilai transenden yang diwujudkan dalam metafor karya sastra, sebuah penjelajahan ruang gelap dan pencarian simbol maha pencipta.

TEATER

Keyakinan bahwa teater adalah sebuah terapi, menjadi prinsip dalam setiap proses penggarapan teater di Sanggar Nuun. Upaya menghadirkan teater terapi dalam setiap pertunjukan menuntut pelaku teater di Sanggar Nuun untuk lebih dalam masuk dalam diri masing-masing.  Kesadaran konsepsional menyangkut wacana dan bentuk kreatif penciptaan dikembangkan melalui dialog, pengembangan pustaka atau literatur teater, dan intensitas menonton pementasan teater.

Setiap proses produksi teater di Sanggar Nuun, dijalani aktor dengan proses latihan yang ketat, disiplin, dan seringkali membutuhkan waktu 4 hingga 7 bulan proses latihan. Tahap pencarian kreatif dalam produksi dilakukan secara runtut, mulai dari bedah naskah, riset data, observasi, olah tubuh, olah sukma, dan menjalani pelbagai metode latihan lain yang digunakan sutradara.

MUSIK

Musik Kreatif Akulturatif, begitulah kami menyebut. Membawa dan memadukan kekayaan musik tradisi dan pencarian kreatif yang tiada habisnya. Gamelan berpadu instrumen elektrik, dan eksplorasi sumber bunyi lain. Manata bunyi menjadi nada, dan  nada-nada menjadi sebuah kesatuan musik kreatif yang membawa kepada nilai kearifan.

PANTOMIM

Bisu adalah dilema, apabila kebebasan dibisukan, tubuhlah yang akan bersuara. Pantomim di Sanggar Nuun adalah medium membaca ketimpangan sosial di masyarakat. Sebuah bentuk pantomim kritik, parodi satir, yang dibangun atas intepretasi tubuh dalam menyikapi gejala ketidakadilan yang terjadi di masyarakat.

Log in